Ikhtiar Memupus Budaya Perang Sarung di Sukabumi

- Publisher

Jumat, 5 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI – Personel Bhabin kamtibmas Polsek Kebonpedes memerintahkan remaja dan pemuda di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat untuk tidak perang sarung.

Perang sarung antar kelompok remaja bermasalah saat Ramadhan seakan menjadi budaya di beberapa daerah seperti di wilayah Kota/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Perang sarung yang dilakukan oleh sekelompok remaja maupun pemuda yang kerap terjadi pada Bulan Suci ini tentu ironis. Karena, momentum ini seharusnya dimanfaatkan meningkatkan iman dan takwa serta memperkuat jalinan silaturahmi.

Pada awal Ramadhan ini Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi saja menangkap sejumlah remaja dan pemuda yang terlibat dan hendak perang sarung. Selain menangkap anak baru gede (ABG) polisi juga mengamankan sejumlah sarung yang dimodifikasi menjadi senjata.

Sarung tersebut oleh pelaku diisi batu, lempengan besi, hingga senjata tajam, yang bila diayunkan tentu sangat membahayakan orang lain. Perang sarung ini telah mengundang kemarahan masyarakat, selain mengganggu juga membahayakan keselamatan warga seperti yang terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi.

Karena dalam aksi berbahaya itu, sejumlah remaja, selain melakukan perang sarung, juga mengancam warga sekitar dan merusak sejumlah rumah meski pada kejadian ini tidak sampai menimbulkan jatuh korban.

Maraknya aksi perang sarung ini menjadi perhatian kepolisian. Polisi kemudian membuat program khusus terkait kamtibmas selama Ramadhan guna mencegah sekaligus menghentikan budaya perang sarung.

Entah kapan kebiasaan buruk ini terjadi. Namun, perang sarung ini seakan menjadi budaya dan dilakukan turun temurun oleh remaja bermasalah. Mayoritas pelaku rata-rata berusia 15 — 30 tahun.

Aksi kriminalitas tersebut sebenarnya terjadi tidak hanya pada Ramadhan, tetapi kasusnya justru meningkat saat Bulan Suci.

Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya aksi tersebut, Polres Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota melakukan pemetaan daerah dan jam rawan terjadi perang sarung.

Adapun jam rawan terjadi perang sarung sebelum dan sesudah berbuka puasa atau sekitar sekitar pukul 17.30 hingga 18.30 WIB. Kemudian setelah shalat tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB hingga 24.00 WIB dan saat sahur sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Biasanya pada jam-jam tersebut dimanfaatkan oleh kelompok pemuda dan remaja bermasalah untuk merencanakan perang sarung.(***)

Berita Terkait

Milad ke-19 SMPN 2 Bantargadung di Warnai dengan Tarian Budaya dan Santunan Anak Yatim Piatu
CV.Berkah Safar Tolak Eksekusi lahan Parkir Pasar Palabuhanratu, Kuasa Hukum : “Yang berhak Eksekusi adalah Pengadilan”
Pemdes Cikakak gelar Musrembangdes untuk Penetapan RKPDES TA 2027 dan Prioritaskan Dorong KDMP untuk PAD Desa
Pemdes Jayanti Gelar Musdes dan Musrembangdes, Paparkan LPJ BUMDes Tirta Raya Mandiri Tahun 2025
Ratusan Petani Sukabumi Hadiri FGD Hari Tani Nasional, Dorong Percepatan Reforma Agraria dan Pembangunan Jaringan Insfrastruktur Listrik
Pemdes Pasir Baru Cisolok Salurkan Bantuan Pangan Berupa Beras 30Kg ke 1.427 KPM
Sebanyak 81 Tiang Panjat Bambu di gelar Pemdes Gunung Karamat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81
Pawai Karnaval Semarak HUT RI Ke-81 Tingkat Kabupaten Sukabumi, Kp.Cempaka Putih RW.11 Palabuharatu Ikut Memeriahkannya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:26 WIB

Milad ke-19 SMPN 2 Bantargadung di Warnai dengan Tarian Budaya dan Santunan Anak Yatim Piatu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:38 WIB

CV.Berkah Safar Tolak Eksekusi lahan Parkir Pasar Palabuhanratu, Kuasa Hukum : “Yang berhak Eksekusi adalah Pengadilan”

Selasa, 29 September 2026 - 08:18 WIB

Pemdes Cikakak gelar Musrembangdes untuk Penetapan RKPDES TA 2027 dan Prioritaskan Dorong KDMP untuk PAD Desa

Jumat, 25 September 2026 - 12:12 WIB

Pemdes Jayanti Gelar Musdes dan Musrembangdes, Paparkan LPJ BUMDes Tirta Raya Mandiri Tahun 2025

Rabu, 23 September 2026 - 16:31 WIB

Ratusan Petani Sukabumi Hadiri FGD Hari Tani Nasional, Dorong Percepatan Reforma Agraria dan Pembangunan Jaringan Insfrastruktur Listrik

Berita Terbaru