LINTAS SUKABUMI – Sejumlah sopir truk dan warga lainnya yang tengah berada di lokasi tambang milik CV DL di Kampung Batu Asih, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan kehadiran Gubernur Jawa Barat yang secara tiba tiba datang ke lokasi tersebut, pada Senin ( 4/8/2025 ).
Diketahui, tambang tersebut berupa tanah untuk kebutuhan material proyek Tol Bocimi, dan sebelumnya lokasi itu sempat ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 22 Maret 2025 karena tidak mengantongi izin resmi.
Ditegaskan Kang Dedi Mulyadi ( KDM) bahwa seluruh aktivitas tambang dihentikan sementara hingga adanya kejelasan dan penyelesaian komitmen antara pihak penyedia lahan dengan pengembang proyek Tol Bocimi. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama Camat Cibadak, Mulyadi.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Camat Mulyadi kepada awak media membenarkan bahwa aktivitas tambang sedang dikaji ulang sampai perjanjian antara Waskita Karya dan penyedia tanah benar-benar diselesaikan.
Dilokasi tambang KDM sempat berdialog langsung dengan para sopir truk. Ia meminta mereka untuk jujur menyampaikan kendala yang dihadapi, termasuk soal isu enggan memasang bendera merah putih di kendaraan. Dedi juga menegaskan pentingnya transparansi legalitas penambangan.
Dalam video yang beredar, KDM diteriknya matahari di lokasi tambang sempat memberikan edukasi kepada supir dan warga setempat yang mengaku sebagai pemilik tanah.
” Kalau memang ini bukan lokasi penambangan ilegal, tuliskan di plang besar bahwa tanah ini digunakan untuk pembangunan Tol Bocimi. Sebutkan nama CV atau PT, nomor izin, atau nomor perjanjian kerja sama dengan penyedia lahan. Jangan disembunyikan. Hayu Pak, saya mohon izin, sebab gubernur ini mah matanya jeli,” tegasnya kepada warga dan pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah.
Selain ke lokasi tambang, Kantor Kecamatan Cibadak menjadi lokasi kedua yang dikunjugi KDM. Disana ia melakukan sidak ke ruang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Saat sidak berlangsung suasana menjadi tegang ketika KDM mempertanyakan keberadaan pejabat seperti Kasi Trantib dan Sekcam yang saat itu tidak berada di tempat. Dalam Sidak tersebut hanya ada Kasi Trantib Kelurahan Cibadak.(*)
Ed*JS












