Akibat Konten Video Viral yang membawa Senjata tajam, Akhirnya 7 Anak harus Berhadapan dengan Hukum (ABH)

- Publisher

Senin, 5 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI– Aksi Video viral sekelompok anak di bawah umur membawa senjata tajam (Sajam), akan melakukan aksi tawuran, Satreskrim Polres Sukabumi bergerak cepat dan berhasil mengamankan 7 anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede Melaksanakan Konferensi Pers didampingi oleh Kasat Reskrim Akp Dian Purnomo serta Kanit PPA Iptu Bayu bertempat di depan Kantor Satreskrim Polres Sukabumi,” pada Senin (05/06/2023).

Maruly Mengatakan, Kronologisnya Anak berhadapan dengan Hukum (ABH) membuat konten video di medsos, sehingga Video tersebut viral dan membuat resah masyarakat sukabumi, sehingga warga langsung melaporkan kepada Pihak Kepolisian Resor Sukabumi.

“Bahwa ada sekelompok Remaja yang menggunakan kendaraan bermotor melakukan berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam dan menakut-nakuti warga yang  di lewatinya”Terang Maruly

“Terjadi pada Tanggal 31 Mei 2023 Sekitar Jam 23.00Wib, Di Desa Sirnasari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi.

Atas laporan dari warga, Tim Sat Reskrim Polres Sukabumi bergerak cepat kelapangan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk melakukan profiling, Kemudian dari kegiatan tersebut langsung dilakukan penyelidikan dan berhasil di amankan 7 orang anak anak yang berhadapan dengan hukum (ABH),”Ujar Maruly Kepada Awak Media.

“Masih Maruly , dari hasil pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Sukabumi ke-7 (Tujuh) orang ini mengakui bawasannya dalam keterangan bahwa mereka ada di dalam video yang Viral itu, kegiatan mereka yaitu untuk melakukan aksi tawuran dengan salah satu sekolah yang menjadi Lawan Mereka”Tandasnya

Adapaun Pasal yang disangkakan terhadap Perilaku para Remaja tersebut atau Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yaitu Pasal 02 ayat 1 uu no. 12 tahun 1951 tentang mengubah “ordonnantie tijdelijke bijzondere strafbepalingen” (stbl. 1948 no.17) dan undang-undang ri. Dahulu no. 8 tahun 1948 jo pasal 55 kuhpidana, Undang-undang no. 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

“Ancaman  hukuman pokok sebagaimana pasal 02 pasal 55 KUHpidana Dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun”Tutup Maruly

 

ED(LS)

Berita Terkait

Sukabumi Expo 2026 : Bupati Sukabumi Resmi Buka Pasar Rakyat UMKM di HJKS Ke-156
Polres Sukabumi Gelar Apel Kebangsaan Bersama Tiga Pilar demi Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Komisi I DPRD Kab.Sukabumi Meminta Pemerintah Daerah Bertindak Cepat Menyikapi Kasus Penyalahgunaan Narkotika yang Menyeret Oknum Kepala Desa
Panitia Lokal Salurkan Donasi kepada Penyintas Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya secara Transparansi
Program Gerakan Langit Biru: H.Iman Adinugraha Soroti Krisis Sampah di Kabupaten Sukabumi dan Perlu penanggulan Bersama
Pray For Kesepuhan Ciptamulya: Kodim 0622 Gerak Cepat Kirimkan Personel dan Bantu Evakuasi Warga di Kebakaran hebat Kampung Adat Ciptamulya
Pelantikan Pengurus APSI, Bupati Sukabumi Drs H Asep Japar M.M.Tegaskan Harus Jadi Pengerak Peningkatan Kualitas Pembelian 
Seren Taun Masyarakat Adat Kasepuhan Cipta Mulya Tahun 2026, Abah Hendrik “Jaga Tradisi di Era Digitalisasi”

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Sukabumi Expo 2026 : Bupati Sukabumi Resmi Buka Pasar Rakyat UMKM di HJKS Ke-156

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Polres Sukabumi Gelar Apel Kebangsaan Bersama Tiga Pilar demi Menjaga Keamanan dan Ketertiban

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Komisi I DPRD Kab.Sukabumi Meminta Pemerintah Daerah Bertindak Cepat Menyikapi Kasus Penyalahgunaan Narkotika yang Menyeret Oknum Kepala Desa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Panitia Lokal Salurkan Donasi kepada Penyintas Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya secara Transparansi

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:38 WIB

Program Gerakan Langit Biru: H.Iman Adinugraha Soroti Krisis Sampah di Kabupaten Sukabumi dan Perlu penanggulan Bersama

Berita Terbaru