LINTAS SUKABUMI –Muhammad Fadilah alias Doel, kelahiran 5 November 2010, cucu seorang nelayan di Kampung Sumur Bandung RT 02/19 Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sempat tidak bisa melanjutkan pendidikan formal selepas lulus dari bangku Sekolah Dasar (SD).
Doel sehari- harinya tinggal bersama Mak Engkom (neneknya), yang kondisi ekonominya cukup memperihatinkan dan tinggal di Saung kebun garapan tetangga.
Saung kebun yang ditempati juga bisa dikatakan tidak layak huni, hanya berukuran 2 meter x 2 meter, tidak ada penerangan, kamar, dapur apalagi jamban keluarga.
Menurut keterangan sang nenek, Doel sebetulnya masih mempunyai Ayah bernama Muhyidin dan Ibu Bernama Sundari, namun keduanya sudah bercerai dan tidak diketahui keberadaannya.
‘Kami menempati Saung Kebun garapan tetangga di hutan kota Blok Kiaralawang Desa Citepus, milik Pemda Kabupaten Sukabumi, kegiatan sehari-hari kadang menjadi pengepul sampah di DAS Sungai Cigangsa, membantu bersih-bersih dan nyuci pakaian tetangga,” ungkapnya.
Sementara itu, Doel, sempat putus asa dan putus Sekolah. Karena tidak punya biaya untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah berikutnya yakni SLTP.
”Doel tetap mau sekolah, kalau ada yang membiayai dan memasukkan,” ungkapnya.
Kepala SMPN 3 Palabuhanratu melalui Hasbullah Karim. A atau sering di panggil Abby Zidni, merespon baik terkait permasalah yang terjadi menimpa Doel yang hampir putus sekolah.
”Kami siap menjawab mimpi Doel, untuk duduk di bangku Sekolah SMPN 3 Palabuhanratu,” kata Abby Zidni kepada awak media, Senin, 7 Agustus 2023.
“Pihak sekolah juga akan memberikan baju seragam untuk Doel biar seragam dengan teman-temannya,” sambungnya.
Terpisah Abby Rizal dari Forum Lintas Profesi, Forum Bersama Media & Mitra Perubahan Sukabumi FBMMPS, yang berkantor Sekretariat di Jalan Kiaralawang No. 24 KM 1 Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, mengapresiasi kesungguhan Doel untuk kembali ke bangku Sekolah tingkat SLTP.
Abby Rizal berharap dengan kesungguhan Doel bersekolah, harus ada dukungan dari Stakeholder Pendidikan.
Karena kondisi ekonominya, tidak memungkinkan untuk Doel mampu membiayai harian ke Sekolah.
”Kami minta ada dukungan pembiayaan dari warga masyarakat sekitar atau para donatur yang peduli dan semangat membara Si Doel yang ingin mewujudkan mimpinya seperti halnya di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan.
“Semoga inpirasi Si Doel Anak Betawi di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan menjadi Kenyataan Si Doel Anak Sunda di Kampung Sumur Bandung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.***












