LINTAS SUKABUMI – Setelah sempat menuai sorotan publik pada Maret 2025 lalu karena diduga terbuat dari kardus, kini patung penyu raksasa yang berada di kawasan Gado Bangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya rampung dengan konstruksi permanen dan lebih kokoh.
Patung yang menjadi ikon baru ruang terbuka hijau (RTH) di Palabuhanratu ini telah selesai dibangun pada Selasa, 1 Juli 2025. Pengerjaan memakan waktu sekitar satu bulan, menggunakan bahan-bahan berkualitas seperti rangka besi, fiber glass, resin, dan finishing cat.
“Alhamdulillah sekarang patung penyu sudah selesai dan terpasang permanen. Bahannya jelas bukan kardus, tapi dari rangka besi dan material fiber yang tahan cuaca,” kata Imran Firdaus selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan dikerjakan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) sebesar Rp30 juta. Kehadiran patung tersebut diharapkan menjadi penambah daya tarik wisata di kawasan Gado Bangkong yang kian ramai dikunjungi.
Namun, Imran juga mengingatkan agar masyarakat serta para pembuat konten di media sosial lebih bijak dalam menyampaikan informasi. Pasalnya, insiden viral sebelumnya sempat membuat gaduh dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami imbau kepada semua pihak, termasuk konten kreator dan pengguna media sosial, untuk tidak sembarangan membuat narasi tanpa data yang jelas. Cek fakta terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi. Jangan sampai memicu kegaduhan dan merugikan orang lain,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan merawat patung penyu ini sebagai bagian dari ruang publik dan simbol pariwisata di Palabuhanratu.
“Ini bukan sekadar patung. Ini adalah simbol, karya seni yang memperindah kota dan menciptakan kesan positif bagi wisatawan. Mari kita rawat bersama agar tetap indah dan nyaman bagi siapa saja yang datang berkunjung,” pungkasnya.
Dede S












