Seren Tahun Kampung Adat Sirnaresmi Ke-447 2026, Melestarikan Budaya dan Menjaga Kearifan Lokal

- Publisher

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI – Seperti Biasa, Masyarakat adat Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menggelar tradisi Seren Taun sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panennya sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan Leluhurnya secara turun-temurun.

Tradisi Seren Taun menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat.

Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Berbagai rangkaian acara digelar dalam perayaan tersebut, mulai dari prosesi adat, doa bersama, pertunjukan kesenian tradisional, hingga pengenalan permainan rakyat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.

Tokoh adat Desa Sirnaresmi, Abah Asep, menuturkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda terhadap budaya dan permainan tradisional.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai dibandingkan permainan yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang tidak mengetahui permainan tradisional seperti congkak, oray-orayan, luncat tinggi, centok, dan berbagai kaulinan barudak lainnya. Padahal permainan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi mengajarkan kebersamaan, kejujuran, kerja sama, serta melatih ketangkasan dan kreativitas,” ujar Abah Asep, Minggu(5/7/2026).

Ia berharap melalui penyelenggaraan Seren Taun, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Seren Taun juga menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat luas. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah menunjukkan besarnya perhatian terhadap pelestarian tradisi yang menjadi identitas masyarakat adat di Sukabumi.(*)

Berita Terkait

Sukabumi Expo 2026 : Bupati Sukabumi Resmi Buka Pasar Rakyat UMKM di HJKS Ke-156
Polres Sukabumi Gelar Apel Kebangsaan Bersama Tiga Pilar demi Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Komisi I DPRD Kab.Sukabumi Meminta Pemerintah Daerah Bertindak Cepat Menyikapi Kasus Penyalahgunaan Narkotika yang Menyeret Oknum Kepala Desa
Panitia Lokal Salurkan Donasi kepada Penyintas Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya secara Transparansi
Program Gerakan Langit Biru: H.Iman Adinugraha Soroti Krisis Sampah di Kabupaten Sukabumi dan Perlu penanggulan Bersama
Pray For Kesepuhan Ciptamulya: Kodim 0622 Gerak Cepat Kirimkan Personel dan Bantu Evakuasi Warga di Kebakaran hebat Kampung Adat Ciptamulya
Pelantikan Pengurus APSI, Bupati Sukabumi Drs H Asep Japar M.M.Tegaskan Harus Jadi Pengerak Peningkatan Kualitas Pembelian 
Seren Taun Masyarakat Adat Kasepuhan Cipta Mulya Tahun 2026, Abah Hendrik “Jaga Tradisi di Era Digitalisasi”

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Sukabumi Expo 2026 : Bupati Sukabumi Resmi Buka Pasar Rakyat UMKM di HJKS Ke-156

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Polres Sukabumi Gelar Apel Kebangsaan Bersama Tiga Pilar demi Menjaga Keamanan dan Ketertiban

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Komisi I DPRD Kab.Sukabumi Meminta Pemerintah Daerah Bertindak Cepat Menyikapi Kasus Penyalahgunaan Narkotika yang Menyeret Oknum Kepala Desa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Panitia Lokal Salurkan Donasi kepada Penyintas Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya secara Transparansi

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:38 WIB

Program Gerakan Langit Biru: H.Iman Adinugraha Soroti Krisis Sampah di Kabupaten Sukabumi dan Perlu penanggulan Bersama

Berita Terbaru