LINTAS SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan Kokurikuler Expo 2026 yang diselenggarakan SMPN 1 Sukalarang. Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada peserta didik.
Kegiatan yang mengusung tema “Nyuksruk Galur, Mapai Jalur Tradisi Kasepuhan di Kabupaten Sukabumi” ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengenal, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur tradisi kasepuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena menyampaikan, bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan kokurikuler yang mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi muda yang mengenal identitas budaya, mengmenghargai tradisi, serta memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur daerah.
”Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sangat mendukung kegiatan Kokurikuler Expo 2026 SMPN 1 Sukalarang. Tema yang diangkat sangat relevan dengan upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda,” ujarnya, Rabu(4/11/2026).
Ia menambahkan, tradisi dan kearifan lokal kasepuhan memiliki nilai-nilai luhur yang penting untuk diwariskan kepada generasi penerus. Melalui kegiatan pembelajaran kokurikuler, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam dimensi profil lulusan.
”Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta didik tidak hanya mengenal tradisi kasepuhan secara teori, tetapi juga mampu memahami makna, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai positifnya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Deden juga di kegiatan serupa dapat terus dikembangkan oleh satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari inovasi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan identitas generasi muda Kabupaten Sukabumi.***












