PT.PLN Indonesia Power Gelar Acara Penanaman Sorgum:: sebagai sumber biomassa alternatif untuk kebutuhan co-firing di PLTU Jabar 2 Pelabuhan Ratu

- Publisher

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI – PT. PLN Indonesia Power Bersama BID,EFI Dan Pemkab Sukabumi gelar acara penanaman Sorgum secara bersama, kegiatan penanaman sorgum ini digelar di Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam Palabuhanratu serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, dalam wawancaranya menegaskan bahwa sorgum menjadi salah satu tanaman strategis untuk mendukung ekosistem energi hijau di Indonesia.

“Hari ini kita memulai sebuah era ekosistem green energy, dari hulu ke hilir kita bangun ekosistem bisnis berbasis tanaman sorgum. Tanaman ini masa panennya sangat singkat, hanya tiga bulan, dan bisa menghasilkan bahan pangan sekaligus bahan biomassa,” ujarnya.

Bernadus menjelaskan bahwa sorgum dapat mendukung program transisi energi nasional. Pemerintah menargetkan penghentian penggunaan batu bara secara bertahap hingga tahun 2050.

“Dalam roadmap transisi energi, konsumsi batu bara akan berhenti total pada 2050. Dengan sorgum, kita bisa mengurangi emisi karbon secara signifikan karena tanaman ini menghasilkan bioenergi yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain untuk energi, nilai ekonomis sorgum disebut sangat menjanjikan bagi masyarakat. Siklus tanam yang singkat dinilai mampu meningkatkan minat petani karena investasi cepat kembali.

“Sorgum sangat cepat tumbuh sehingga modal yang digunakan tidak terlalu besar. Dalam tiga bulan petani sudah bisa mendapat hasil. Dampaknya akan luas, semakin banyak petani terlibat, semakin besar nilai ekonominya,” tambah Bernadus.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B, memberikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power yang memprakarsai program tersebut. Ia menilai sorgum dapat menjadi komoditas strategis, terutama di wilayah yang memiliki lahan tidur.

“Kita memiliki banyak sumber daya alam, terutama di wilayah utara yang memiliki lahan kosong belum termanfaatkan. Program ini sangat sejalan dengan visi kami untuk membangkitkan ekonomi sirkuler dan menuju zero emission,” kata dr. Gatot.

Ia berharap sorgum dapat menjadi role model program ketahanan pangan dan energi di Kabupaten Sukabumi dan daerah lain di Jawa Barat.

Gatot juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada beras.

“Sorgum dapat menjadi alternatif pangan yang sehat dan bernutrisi. Dari batang sampai akarnya bermanfaat. Tanamannya pun kuat dan cocok dengan kondisi lahan di Sukabumi,” jelasnya.

Menurutnya, sorgum dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi karena dapat diproses menjadi bahan baku industri bioenergi.

“Harapan kami masyarakat tidak tergantung pada satu komoditas. Sorgum adalah pilihan yang baik untuk masa depan,” ujarnya

Program penanaman sorgum oleh PLN Indonesia Power ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan ekosistem energi hijau berbasis tanaman pangan. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, sorgum dinilai dapat berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan, energi berkelanjutan, serta pengurangan emisi karbon di masa mendatang.

Sementara itu Direktur BID, Eri Prabowo, mengungkapkan bahwa riset sorgum yang dilakukan pihaknya sudah berjalan lebih dari tujuh tahun. Namun selama ini tidak ada industri yang dapat menyerap hasil panen dalam skala besar.

“Kami menanam di Kaltim, Jambi, Jawa Tengah, dan sudah berjalan lima tahun. Tapi masalahnya selalu sama: hilirnya tidak ada, tidak ada yang membeli. Ketika kebutuhan biomassa PLN hadir, barulah rantai usaha ini terbuka,” kata Eri.

Ia menegaskan bahwa model kemitraan PLN, BID dan masyarakat sangat potensial direplikasi ke banyak daerah lain.

“PLN butuh biomassa, kami menyiapkan lahan dan bibit, sementara masyarakat punya tenaga dan lahan tidur. Ini kolaborasi yang saling menguntungkan. Kami punya cadangan lahan 18.000 hektare dan masyarakat bisa ikut terlibat untuk mendapat penghasilan cepat,” pungkasnya

Melalui kolaborasi PLN, BID, EPI, Pemkab Sukabumi, dan para petani, wilayah Pelabuhan Ratu kini berpotensi menjadi pusat biomassa nasional yang mendukung agenda energi hijau dan pemberdayaan masyarakat.

(RED)

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Dan Tim Percepatan Jabar Mapping Pencapaian Target UHC Di Sukabumi 
Bupati Sukabumi Apresiasi P3 A Dan GP3A Mitra Cai Berperan Vital Dalam Meningkatan Produksi Hasil Pertanian
Pengukuhan Sekda, Bupati sekaligus Melantik 95 Pejabat Fungsional
Peringatan Hari Bayangkara ke- 80 Tahun Mngabdi Polri Untuk Masyarakat
Bupati Sukabumi Gelar Apel Kendaraan Pengangkut Sampah (DLH), dan Tegaskan agar selalu menjaga Kebersihan dalam mendukung Citra Pariwisata Sukabumi
Bupati Sukabumi Hadiri HUT Ke-75 IBI, Bupati”Bidan sangat besar Pengabdiannya, terutama dalam Persalinan Ibu dan Anak”
Pelantikan Saka Pramuka Anti Narkoba Tingkat Cabang Masa Bakti 2026 – 2031
Bupati Sukabumi Hadiri Camp Religi Mubarokah Pemuda Masjid Dunia Ke-8, dan Tegaskan Jadikan Masjid sebagai Episentrum Peradaban

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pemkab Sukabumi Dan Tim Percepatan Jabar Mapping Pencapaian Target UHC Di Sukabumi 

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:47 WIB

Bupati Sukabumi Apresiasi P3 A Dan GP3A Mitra Cai Berperan Vital Dalam Meningkatan Produksi Hasil Pertanian

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:08 WIB

Peringatan Hari Bayangkara ke- 80 Tahun Mngabdi Polri Untuk Masyarakat

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:33 WIB

Bupati Sukabumi Gelar Apel Kendaraan Pengangkut Sampah (DLH), dan Tegaskan agar selalu menjaga Kebersihan dalam mendukung Citra Pariwisata Sukabumi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:34 WIB

Bupati Sukabumi Hadiri HUT Ke-75 IBI, Bupati”Bidan sangat besar Pengabdiannya, terutama dalam Persalinan Ibu dan Anak”

Berita Terbaru