LINTAS SUKABUMI – Gelar Bimtek bersama Kemenpar, Anggota Komisi VII DPR RI H.Iman Adinugraha tekankan masalah Sarana dan Prasarana sebagai penunjang untuk kemajuan kabupaten Sukabumi yang berbasis ekonomi wisata dan ekonomi kreatif.Bimtek ini di gelar di Hotel Augusta, Jalan Raya Citepus, Palabuhanratu Sukabumi, Selasa(23/9/2026).
Dalam sambutannya, H.Iman Adinugraha menekankan perlu adanya perbaikan dari sarana dan prasarana sebagai modal dasar untuk mengikat para wisatawan jangan sampai baru datang sudah pulang lagi.
“Yang menjadi penyekitnya kan ,ternyata itu Sarana dan prasarana serta fasilitas.jadi menurut saya banyak hal di kabupaten Sukabumi ini.dan kabupaten Sukabumi ini tidak miskin miskin amat, ada gunung ada Rimba ada laut, tetapi ketika wisatawan datang kesini mereka di suguhi pantai yang kotor, tempat jualan yang acak Adul, masyarakatnya tidak Familiar, ojolnya sama, UMKM nya sama dari pagi sampai sore cineluk we nunggu daganganya gak laku laku, ini kan jadi kompleks itu”terangnya

Lebih Lanjut, Ia membahas terkait masalah infrastruktur jalan, untuk menuju ke tempat wisata ke palabuhanratu jalannya masih naik turun .
“Infra struktur jalan dari Cibadak ke palabuhanratu masih naik turun jalannya kaya naik gunung, kalau saya sih sudah biasa tapi kalau orang baru kan ga biasa”sambungnya

Selain itu, kabupaten Sukabumi yang penduduknya sudah Tiga juta orang dengan terdiri dari 360 desa dan 47 kecamatan , tidak mungkin ini bisa tercover Dangan APBD yang hanya sebesar 4 Triliun.tetap harus di dorong dari anggaran pusat atau APBN”jelasnya
Di Hari ini Kabupaten Sukabumi potensi nya banyak , tapi pembangunannya lambat, kenapa? Ya karena Tokoh tokoh Nasionalnya jarang orang Sukabumi.orang yang mengambil kebijakannya tidak ada, karena semua mementingkan daerahnya masing-masing”tandasnya
H.Iman Adinugraha berharap, dengan adanya Bimtek ini semoga bisa menambah wawasan dan modal dasar untuk terus melakukan yang terbaik dalam membangun dan memajukan kabupaten Sukabumi ini.
“Semoga dengan adanya Bimtek ini yang mengambil tema Management pelayanan prima bagi Frontliner, bisa menjadi wawasan dan modal dasar kita melakukan yang terbaik dalam upaya memajukan kabupaten Sukabumi melalui Ekonomi Berbasis Wisata”pungkasnya
Manajemen pelayanan prima bagi frontliner melibatkan penerapan konsep A6 (Attitude, Attention, Action, Ability, Appearance, dan Accountability), yang mencakup sikap positif, perhatian penuh, tindakan yang tepat dan efektif, kemampuan teknis, penampilan yang profesional, serta tanggung jawab dalam melayani pelanggan.
Redaksi@2025












