LINTAS SUKABUMI – Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Palabuhanratu berkomitmen memperkuat peran masyarakat hingga tingkat RW dalam setiap program pemerintah maupun kegiatan perusahaan swasta di wilayahnya. Komitmen tersebut disampaikan usai pemilihan Ketua LPMK Kelurahan Palabuhanratu, Senin (4/5/2026).
Ketua LPMK terpilih periode 2026–2031, Ijat Sudrajat atau yang akrab disapa Kang Abor, menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari stakeholder hingga pemerintah setempat.
“Langkah utama kami adalah koordinasi dengan stakeholder dan pemerintah daerah. Karena hari ini, kami melihat LPM di Kelurahan Palabuhanratu belum berfungsi secara optimal,” ujar Kang Abor.
Ia menilai, ke depan LPMK harus menjadi wadah aspirasi masyarakat yang diwakili oleh para RW, sekaligus motor penggerak dalam menyukseskan berbagai program pembangunan berbasis pemberdayaan.
Dalam visinya, Kang Abor menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal, terutama dalam kaitannya dengan keberadaan perusahaan di wilayah Palabuhanratu. Menurutnya, selama ini masih banyak perusahaan yang belum maksimal melibatkan warga sekitar dalam aktivitas maupun peluang kerja.
“Jangan sampai ada lapangan kerja di wilayah kita, tapi masyarakat setempat justru tidak dilibatkan. Itu yang akan kami dorong ke depan,” tegasnya.
Selain itu, peningkatan kesejahteraan pengurus RT dan RW juga menjadi perhatian utama. Ia menyebut, beban kerja RT/RW saat ini cukup besar, namun belum diimbangi dengan kesejahteraan yang layak.
“Saat ini insentif RW masih di angka Rp300 ribu. Ke depan, kami ingin ada peningkatan, minimal bisa dua kali lipat, agar mereka bisa lebih fokus melayani masyarakat,” katanya.
Kang Abor juga membuka ruang bagi LPMK untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah kelurahan. Meski menjadi mitra, LPMK tetap memiliki fungsi kontrol sosial.
“Kalau kebijakan itu tidak pro rakyat, kami harus berada di depan untuk mengkritisi dan mengoreksi,” ujarnya.
Terkait potensi wilayah, ia menyebut Palabuhanratu memiliki banyak peluang, termasuk dari sektor perusahaan dan fasilitas pemerintah yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu isu yang akan menjadi perhatian adalah persoalan yang melibatkan perusahaan pembangkit listrik (PLTU) di wilayah tersebut.
“LPM akan hadir untuk menjembatani dan memastikan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat,” katanya.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan segera membentuk struktur kepengurusan LPMK yang dinilai ideal untuk menjalankan program kerja secara maksimal.
Adapun pemilihan Ketua LPMK Palabuhanratu dilakukan secara aklamasi, setelah hanya satu calon yang mendaftar hingga batas waktu yang ditentukan panitia.
“Tidak ada voting, karena hanya satu calon, jadi diputuskan secara aklamasi,” ujar Kang Abor.












