H.Dewi Asmara Anggota DPR RI F-GOLKAR Hadiri Hari Nelayan Desa Ciwaru ke-69, Jaga Tradisi dan Potensi Wisata di Pesisir Sukabumi

- Publisher

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Hj. Dewi Asmara, S.H., M.H., menghadiri rangkaian Syukuran Nelayan Desa Ciwaru ke-69 yang digelar di kawasan Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dewi Asmara bersama Wakil Bupati Sukabumi, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ratusan nelayan mengikuti prosesi budaya hingga pelepasan benih ikan hias dan tukik (anak penyu) di perairan Pulau Kunti sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut.

Menurut Dewi Asmara, tradisi Syukuran Nelayan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ungkapan rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan rezeki dari laut sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Kita semua hadir menyaksikan Syukuran Nelayan ke-69 di Desa Ciwaru. Ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada para nelayan untuk mencari nafkah di laut. Laut bukan hanya hamparan air, tetapi merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan pelepasan benih ikan dan tukik yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya laut.

“Hari ini kita tidak hanya menabur benih ikan, tetapi juga melepas tukik. Ini menunjukkan bahwa syukuran nelayan juga menjadi momentum untuk merawat alam dan menjaga laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” katanya.

Dewi menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Generasi muda boleh menyerap teknologi yang semakin maju, tetapi jangan meninggalkan budaya lokal. Tanpa budaya, identitas kita akan hilang. Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena menjadi perekat kebersamaan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti arak-arakan puluhan kapal hias menuju lokasi pelarungan benih di tengah laut.

“Meski hiasan perahu dibuat sederhana dengan bahan seadanya, semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa. Sekitar 40 kapal hias ikut berlayar bersama. Itulah yang menghadirkan rasa gotong royong, kegembiraan, dan kekompakan warga nelayan,” tuturnya.

Selain menjadi tradisi budaya, Dewi menilai Syukuran Nelayan Ciwaru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, sektor pariwisata saat ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang dimiliki suatu daerah.

“Budaya juga merupakan bagian dari pariwisata. Syukuran nelayan, Seren Taun, hingga berbagai kesenian tradisional merupakan kekayaan budaya Sukabumi yang bisa menjadi daya tarik wisata. Gunung, rimba, laut, dan pantai yang dimiliki Sukabumi adalah kekuatan yang harus terus dipromosikan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti potensi wisata bahari di kawasan Pulau Kunti yang dinilai memiliki panorama bawah laut yang menjanjikan untuk aktivitas menyelam (diving).

“Pulau Kunti memiliki pasir putih dan potensi bawah laut yang sangat bagus. Wisata diving bisa dikembangkan sehingga menarik penyelam dari berbagai negara. Jika dipromosikan secara masif melalui media sosial dan didukung pembangunan sarana prasarana, kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan seperti Labuan Bajo maupun Bali,” katanya.

Tak hanya itu, Dewi juga mendorong pengembangan sport tourism di kawasan Geopark Ciletuh melalui berbagai kegiatan seperti lomba perahu layar maupun olahraga wisata bahari lainnya.

Menurutnya, promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, media, dan masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi usaha yang berkelanjutan. Jangan hanya semangat di awal, tetapi harus terus dipromosikan. Saya berharap pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, media, dan masyarakat bersama-sama memperkenalkan potensi Geopark Ciletuh agar semakin dikenal luas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Peduli Sosial : KPBMS dan SPJ Simpenan Salurkan Sembako korban Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya
H. Iman Adinugraha Terima Audiensi Pokdarwis Desa Cihaur, Dukung Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Sukabumi
Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026 tentang RAPERDA Ketertiban Umum
Anggota DPR RI H. Iman Adinugraha Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara
Hotman Paris Minta Maaf, MIO Indonesia Batalkan Rencana Dumas ke Polda Metro Jaya
Yudha Sukmagara Wakil Ketua I DPRD Kab Sukabumi Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Simbol Kemajuan Nelayan
DPD IWO Indonesia Kab.Sukabumi Kecam Sikap Oknum PWI Bogor: UKW Bukan Syarat Absolut Menghalangi Kerja Jurnalistik
Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:23 WIB

Peduli Sosial : KPBMS dan SPJ Simpenan Salurkan Sembako korban Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:28 WIB

H. Iman Adinugraha Terima Audiensi Pokdarwis Desa Cihaur, Dukung Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Sukabumi

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:58 WIB

Anggota DPR RI H. Iman Adinugraha Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:13 WIB

Hotman Paris Minta Maaf, MIO Indonesia Batalkan Rencana Dumas ke Polda Metro Jaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

H.Dewi Asmara Anggota DPR RI F-GOLKAR Hadiri Hari Nelayan Desa Ciwaru ke-69, Jaga Tradisi dan Potensi Wisata di Pesisir Sukabumi

Berita Terbaru