LINTAS SUKABUMI – Polres Sukabumi Gelar Apel Pasukan Lilin Lodaya 2025, sebagai Cipta kondisi menjelang Natal 2025 dan Tahun baru 2026 sebagai langkah untuk menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif.di gelar di Halaman depan Mako polres Sukabumi, Jumat (20-12-2>&025) .Dan Apel Gelar Pasukan ini di Pimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Samian.
Apel gelar pasukan Lilin Lodaya 2025 ini di ikuti ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dan Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo.
Selanjutnya, Kapolres Sukabumi AKBP Samian dalam amanatnya membacakan sambutan Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan tahapan akhir untuk memastikan kesiapan personel dan perlengkapan operasi. Operasi Lilin digelar guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kapolri menyampaikan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang rutin dilaksanakan dan berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang atau meningkat hampir 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain lonjakan mobilitas, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius. BMKG memprediksi adanya sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi hingga Februari 2026. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko bencana alam selama periode Nataru.

“Situasi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra, baik dari aspek pengamanan, pelayanan, maupun respons cepat di lapangan, agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” demikian amanat Kapolri.
Secara nasional, Operasi Lilin 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan dengan dukungan 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang disiagakan untuk mengamankan lebih dari 44 ribu objek vital, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata.
Sementara itu, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Lilin harus adaptif terhadap dinamika di lapangan, termasuk potensi bencana alam yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Sukabumi.
“Beberapa wilayah sudah terdampak bencana. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar pengamanan Nataru tetap berjalan tanpa mengabaikan penanganan bencana,” ujarnya.
Dan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyatakan Pemerintah Daerah siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025. Ia meminta seluruh personel menjaga koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta cepat merespons setiap perkembangan situasi di lapangan.
“Kita ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan terbaik. Koordinasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata Wabup.
Usai apel gelar pasukan Lilin Lodaya 2025, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) yang berjumlah 4.428 botol, sebagai bagian dari upaya cipta kondisi menjelang perayaan Nataru.












