LINTAS SUKABUMI – Sebuah pabrik kapur di Kampung Cibatu RT 04/02, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dilalap si jago merah pada Selasa pagi, 23 September 2025. Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.37 WIB ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Berkat kesigapan tim pemadam kebakaran (Damkar) dari tiga pos berbeda, api berhasil dijinakkan, meskipun dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari limbah sisa pembakaran.
Pabrik kapur milik warga bernama Hudan tersebut terbakar secara tiba-tiba, membuat geger warga yang baru memulai aktivitas di pagi hari. Kobaran api yang membesar dengan cepat mengancam bangunan dan isinya, serta berpotensi merembet ke area permukiman jika tidak segera ditangani.
Merespons laporan kebakaran, tiga unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi. Unit-unit tersebut berasal dari Damkar Pos 5 Cibadak, Damkar Pos 6 Cisaat, dan Damkar Pos 8 Cikembar.
Petugas pemadam kebakaran dari ketiga pos ini menunjukkan dedikasi dan profesionalisme tinggi, berjibaku memadamkan api yang melahap pabrik kapur. Dengan peralatan lengkap dan strategi yang terkoordinasi, mereka berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api setelah beberapa waktu.
Komandan Damkar Pos 8 Cikembar, Yadi, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menjelaskan dugaan awal penyebab kebakaran. “Dugaan sementara penyebabnya api berasal dari limbah sisa pembakaran yang secara tiba-tiba mengeluarkan api. Namun, alhamdulillah dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa,” ujar Yadi
Pernyataan ini sedikit melegakan di tengah kekhawatiran akan dampak yang lebih besar.Upaya heroik petugas Damkar tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga pada penyelamatan aset.
Yadi menambahkan bahwa sekitar 70 persen barang, termasuk bangunan dan isinya, berhasil diselamatkan dari amukan api. Angka ini menunjukkan efektivitas tindakan pemadaman dan penyelamatan yang dilakukan.
Aksi cepat dan tanpa pamrih petugas Damkar ini mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat. Mereka menyaksikan langsung bagaimana para pahlawan tanpa tanda jasa ini berjuang melawan bahaya demi melindungi properti dan keselamatan masyarakat.
Selain tim Damkar, aparat gabungan dari TNI dan Polri juga segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan asesmen awal.
Bersama masyarakat setempat, mereka berkoordinasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali dan membantu dalam proses pendataan kerugian.
Meskipun kerugian materiil tidak dapat dihindari, tidak adanya korban jiwa dalam insiden ini menjadi hal yang paling disyukuri.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama dari limbah atau material mudah terbakar di area industri. Pihak berwenang kemungkinan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(*)












