Didampingi Kuasa Hukumnya, Ayah korban Laporkan pihak RSUD Palabuhanratu ke Polres Sukabumi terkait Dugaan Kelalaian Penanganan terhadap Istrinya yang mau Melahirkan

- Publisher

Selasa, 2 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI –  Pihak RSUD Palabuhanratu dilaporkan ke Polres Sukabumi oleh orang tua korban, dimana balita yang baru dilahirkan meninggal dunia diduga akibat penanganan yang lalai yang dilakukan oleh bidan/perawat di IGD RSUD.

Rizki (Ayah dari anak yang meninggal di RSUD) melalui Kuasa Hukumnya, Tusyana Priatin,S.H saat menggelar Konferensi Pers di kantor DPC SPI Sukabumi Raya mengatakan, terima kasih rekan-rekan telah datang hadir di kantor DPC SPI Sukabumi Raya. Kami telah melakukan pelaporan ke Polres Sukabumi pada hari ini Senin 01 Maret 2024, dimana pada hari Rabu 27 Maret 2024 sampai dengan Kamis 28 Maret 2024 di tempat lokasi kejadian di RSUD Palabuhanratu telah diduga terjadi tindak pidana kelalaian dalam bekerja, sehingga mengakibatkan orang meninggal dunia yang dilakukan oleh tenaga kesehatan RSUD Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

“Terhadap pelapor dan rekan saya ini adalah suami dari korban atas nama Bu Dewi yang mau melahirkan anaknya, sehingga anaknya meninggal. Diduga ada kelalaian di IGD tersebut,” ucapnya, Senin (01/04/2024).

Tusyana pun memaparkan bahwa yang kami tidak jelas sampai sekarang itu hasil kematiannya itu, bahwa pihak rumah sakit mengatakan gagal jantung, padahal dari awal kita periksa itu normal semua tapi kenapa dari keterangan itu ada gagal jantung, makanya dari pihak kami tidak menerima dengan keterangan tersebut.

“Tindakan kami ini harus ada kejelasan hukum, karena ini sudah menyangkut nyawa, kemungkinan diduga lalai. Mereka sudah tahu bahwa kehamilan pasien ini sungsang, kenapa harus dibiarkan, bahkan waktu masalah obat juga itu tindakannya tidak ada, kebetulan kami pas jenguk sudah lahiran di kasih obat pun tidak ada, malah pada tidur semuanya, pelayanan nya itu betul-betul sangat lalai,” terangnya.

Kami semua sepakat, lanjut Tusyana, bila dimintai otopsi kalau misalkan diperlukan sama penyidik saya sudah siap.

“Karena ini untuk memperbaiki kedepannya jangan sampai ada korban seperti ini lagi, kemudian dengan kepastian hukum kami tindakan seperti ini,” tegas Tusyana.

Ditempat yang sama, Rizki Akbar selaku orang tua korban menyampaikan dari awal kronologis-kronologis.

“Jadi tempatnya sekitar 09.30 wib saya datang ke bidan Anggia yang letak kliniknya itu ada di depan rumah sakit Palabuhanratu, ketika datang ke bidan Anggia istri saya di tanya ini udah pembukaan 1, bahkan di cek detak jantung anaknya juga normal. Kalau ibu dewi ini bisa menahan silahkan tidur di rumah, tapi kalau pembukaannya ini terus-menerus ibu dewi di sarankan harus ke IGD,” katanya.

Sekitar pukul 10 lebih, masih kata Rizki, saya daftar ke IGD. Istri saya di suruh nunggu kurang lebih hampir 2 jam, istri saya juga menjelaskan ke bidan yang ada di IGD bahwa kehamilan saya sungsang.

“Saya disuruh menunggu, terus istri saya kesakitan udah tidak tahan tapi tetap bidan itu tidak a mmda tindakan bahkan di infus juga tidak ada. Bahkan ada tindakan nya juga pas pembukaan 6 ketika istri saya beronta teriak-teriak kesakitan baru bidan itu manggil bu Dewi, disitu pembukaannya cepat, dari 6 ke 8 itu cepat, sehingga anak saya harusnya cepat ditangani oleh dokter spesialis ini dokternya juga tidak ada di tempat,” keluh Rizki.

Perawat/Bidan waktu itu mengatakan bahwa alat cesar nya juga udah habis, baju-bajunya juga sudah kotor, karena kebetulan waktu siang tadi banyak yang operasi cesar, jadi alatnya kurang atau habis.

“Saya sangat menyayangkan disana tidak ada dokter spesialis kandungan nya, yang adanya juga bidan semua, sampai anak saya keluar sudah tidak bernyawa,” tutur Rizki.

Ketika kejadian, lanjut Rizki, saya menanyakan kepada bidan kenapa tidak ada dokter? bidan itu menjawab, bahwa tenaga kesehatan disini terbatas, dan peralatan nya juga terbatas, bahkan baju-bajunya juga pada kotor, soalnya tadi siang banyak yang pada di cesar.

“Bidan juga waktu itu menjelaskan mengenai kandungan nya di IGD bahwa tali pusar nya itu kejepit oleh leher, sehingga tidak ada oksigen yang masuk. Bahkan air ketubannya juga sudah hijau kaya sudah lama diduga bayi itu keracunan,” jelas Rizki saat menggelar konferensi pers di kantor DPC SPI Sukabumi Raya.

Rizkipun sangat menyesalkan atas kejadian tersebut ,serta atas tindakan- tindakan para perawat ataupun bidan yang telah menangani kelahiran istrinya.

“ya itu yang saya sesalkan , tidak ada tindakan yang cepat tau ini darurot dan tidak ada inisiatif, di kasih solusi cepat di bawa ke klinik swasta Dokter Jun pun, ngomongnya yang lain-lain dan tidak responsif”Tutupnya

Ketika berita ini diterbitkan, pihak RSUD Palabuhanratu belum dapat dikonfrmasi.

ed(*Tim)

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual NL , Pihak Satreskim Polres Sukabumi Sebut Sudah di Jalankan Secara Profesional dan On The Track
MIRIS! KORBAN ROMANCE SCAM RUGI RP 500 JUTA, JUSTRU DI PROSES OLEH POLRES SUKABUMI ATAS TUDUHAN TAK BERDASAR
ASN di Gunungguruh Ditemukan Meninggal, Polisi Duga Dipicu Masalah Pribadi
Warga Dibuat Resah, Toko Jamu Di Wilayah Desa Sundawenang Diduga Menjual Minuman Beralkohol
OPINI HUKUM : Hari Raya Idul Fitri sebagai Manifestasi Restorative Justice dalam Perspektif KUHAP No. 20 Tahun 2025
Polres Sukabumi Akhirnya Tetapkan Ibu Tiri (DR) Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur(NS) Jadi TERSANGKA
Konten Kreator Gorontalo KA KUHU Kini Resmi Menyandang Status Tersangka
LAGI, DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO SERAHKAN TERSANGKA TP KORUPSI JALAN NANI WARTABONE

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual NL , Pihak Satreskim Polres Sukabumi Sebut Sudah di Jalankan Secara Profesional dan On The Track

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:39 WIB

MIRIS! KORBAN ROMANCE SCAM RUGI RP 500 JUTA, JUSTRU DI PROSES OLEH POLRES SUKABUMI ATAS TUDUHAN TAK BERDASAR

Kamis, 30 April 2026 - 09:35 WIB

ASN di Gunungguruh Ditemukan Meninggal, Polisi Duga Dipicu Masalah Pribadi

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:49 WIB

Warga Dibuat Resah, Toko Jamu Di Wilayah Desa Sundawenang Diduga Menjual Minuman Beralkohol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:27 WIB

OPINI HUKUM : Hari Raya Idul Fitri sebagai Manifestasi Restorative Justice dalam Perspektif KUHAP No. 20 Tahun 2025

Berita Terbaru