LINTAS SUKABUMI – Warga Perumahan di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh penemuan seorang pria berinisial TN (44) yang meninggal dunia pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang diketahui berstatus aparatur sipil negara (ASN) ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak korban berinisial AN (14). Saat itu, ia terbangun dan hendak menuju kamar mandi. Namun, ketika membuka pintu kamar bagian depan, ia mendapati ayahnya sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang plastik berwarna hijau.
Teriakan saksi sontak mengundang perhatian warga sekitar yang tengah melaksanakan ronda malam. Mereka segera mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Gunungguruh bersama Tim Inafis Polres Sukabumi Kota langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan. Jenazah korban kemudian dievakuasi dari posisi tergantung dan dilakukan pemeriksaan awal di lokasi.
Dari hasil olah TKP, diketahui tali terikat pada kusen pintu kamar dengan ketinggian sekitar dua meter. Pemeriksaan luar terhadap tubuh korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Lintas Sukabumi. Com, menyampaikan bahwa dugaan sementara peristiwa ini berkaitan dengan kondisi psikologis korban.
“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan keluarga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, serta pernah mengalami beberapa kegagalan dalam rumah tangga.
Pihak keluarga memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi dan telah membuat pernyataan resmi. Kepolisian menghormati keputusan tersebut setelah memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana.
“Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keluarga telah menyatakan penolakan autopsi secara tertulis,” tambahnya.
Penanganan kejadian ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk jajaran Polsek Gunungguruh, Tim Inafis, Babinsa setempat, serta aparat desa. Polisi memastikan peristiwa ini dikategorikan sebagai non kriminal, dan jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
( jangs)












