Dugaan Beredarnya Rumor dengan pihak RSUD Palabuhanratu, Pihak Keluarga Tetap Melimpahkan Sepenuhnya ke Pihak Kepolisian

- Publisher

Jumat, 19 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI – Masih dalam suasana duka, Keluarga korban menggelar tahlilan dan acara Aqiqah almarhum putranya yang meninggal hampir 40 hari, dimana korban yang baru dilahirkan meninggal di RSUD Palabuhanratu. Penyebab meninggalnya karena adanya dugaan kelalaian penanganan pasien yang melahirkan dari pihak RSUD Palabuhanratu, sehingga keluarga korban melaporkan pihak RSUD Palabuhanratu ke Polres Sukabumi dan kasusnya kini masih ditangani oleh tim penyidik Tipidter Polres Sukabumi.

Ketika dugaan kasus tersebut masih ditangani oleh tim penyidik, beredar rumor bahwa keluarga korban dan pihak RSUD Palabuhanratu sudah berdamai atau Restorative Justice (RJ). Atas adanya rumor tersebut, maka keluarga korban angkat bicara, bahwa rumor tersebut adalah hoax atau bohong.

“Jadi masalah kasus yang menimpa keluarga saya yang kemarin anak saya meninggal itu sampai saat ini masih belum selesai, jadi inti nya kami selaku keluarga sepenuhnya sudah melimpahkan ke pihak kepolisian,” ucap Rizki Akbar selaku ayah korban saat ditemuai awak media dirumahnya setelah menggelar tahlilan dan Aqiqah anaknya (korban_red).

Terkait adanya rumor yang katanya permasalahan tersebut sudah selesai dan menerima sejumlah nominal uang senilai Rp 50 juta dari pihak Rumah Sakit ke pihak keluarga atau Restorative Justice (RJ). Rizki pun menegaskan bahwa rumor itu tidak benar atau hoax.

“Jadi kalau masalah itu tidak benar, justru saya juga merasa kaget dengan adanya rumor uang Rp 50 juta yang sudah di berikan pihak rumah sakit ke pihak korban. Itu bohong atau hoak, makanya saya juga merasa kaget, ko bisa seperti itu. Jadi intinya  itu hoak atau bohong,” tegas Rizki, Kamis (18/04/2024) malam.

Rizki pun menjelaskan bahwa pernah ada pihak rumah sakit secara pribadi datang ke rumah langsung dan meminta maaf.

“Jadi kemarin itu, tepatnya tiga hari setelah kejadian, ada pihak RSUD Palabuhanratu datang kerumah saya, yaitu 4 orang. Ngaku nya sebagai pejabat rumah sakit, laki-laki 2 orang dan perempuan 2 orang, kebetulan pada waktu itu saya ga ada di rumah karna lagi di luar, yang nemui mereka itu istri saya sama mertua. Dia cuman minta maaf aja, tidak lebih ber’bicaranya cuman minta maaf saja,” terang Rizki.

Ditempat yang sama, mertua Rizki yaitu Dadang menjelaskan bahwa terkait permasalahan dengan pihak rumah sakit Palabuhanratu, Ia ingin permasalahan tersebut di usut sampai tuntas oleh pihak kepolisian.

“Saya sebagai orang tua tetap mendukung pihak kepolisian mengusut sampai tuntas kasus tersebut (kematian cucunya_red),” ujarnya.

Mertua Rizky yang perempuan yaitu Ai Safitri menyampikan bahwa waktu kemaren setelah 3 hari meninggal cucunya pihak rumah sakit datang ke rumah.

“Ia pihak rumah sakit datang ke rumah, kalimat nya cuman minta maaf saja atas kelalaian rumah sakit,” katanya.

Awak media pun menanyakan, saat datang kerumah, apakah pihak rumah sakit mengakui adanya dugaan kelalaian?
“Ia pihak rumah sakit mengakui,” jawabnya dengan singkat.

Untuk berimbangnya pemberitaan, maka awak media pun mendatangi pihak RSUD Palabuhanratu untuk konfrmasi, Jum’at (19/04/2024).

Terkait adanya rumor bahwa pihak RSUD dan keluarga korban sudah berdamai atau Restorative justice, Humas RSUD Palabuhanratu, Bili saat ditemui awak media diruang kerja nya mengatakan bahwa sampai saat ini belum/tidak ada, malahan kemarin di kita ada pemanggilan oleh pihak kepolisian (Polres Sukabumi).

“Kalau datang ke keluarga korban memang benar, waktu itu kita sempat kerumahnya, kami datang kesana hanya mengucapkan belasungkawa. Intinya begini, turut berduka cita atau berbelasungkawa. Betul ada permohonan maaf secara institusi kalau memang ada pelayanan yang kurang memuaskan, itu saja,” pungkas Bili.

Bili pun menegaskan bahwa terkait adanya rumor tersebut (pemberian uang_red) itu tidaklah benar.

Red(*LS)

Berita Terkait

MIRIS! KORBAN ROMANCE SCAM RUGI RP 500 JUTA, JUSTRU DI PROSES OLEH POLRES SUKABUMI ATAS TUDUHAN TAK BERDASAR
ASN di Gunungguruh Ditemukan Meninggal, Polisi Duga Dipicu Masalah Pribadi
Warga Dibuat Resah, Toko Jamu Di Wilayah Desa Sundawenang Diduga Menjual Minuman Beralkohol
OPINI HUKUM : Hari Raya Idul Fitri sebagai Manifestasi Restorative Justice dalam Perspektif KUHAP No. 20 Tahun 2025
Polres Sukabumi Akhirnya Tetapkan Ibu Tiri (DR) Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur(NS) Jadi TERSANGKA
Konten Kreator Gorontalo KA KUHU Kini Resmi Menyandang Status Tersangka
LAGI, DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO SERAHKAN TERSANGKA TP KORUPSI JALAN NANI WARTABONE
Perusak Generasi Muda, Kios Penjual Obat Keras Golongan G Di Maseng Caringin Bogor Diduga Kebal Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:39 WIB

MIRIS! KORBAN ROMANCE SCAM RUGI RP 500 JUTA, JUSTRU DI PROSES OLEH POLRES SUKABUMI ATAS TUDUHAN TAK BERDASAR

Kamis, 30 April 2026 - 09:35 WIB

ASN di Gunungguruh Ditemukan Meninggal, Polisi Duga Dipicu Masalah Pribadi

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:49 WIB

Warga Dibuat Resah, Toko Jamu Di Wilayah Desa Sundawenang Diduga Menjual Minuman Beralkohol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:27 WIB

OPINI HUKUM : Hari Raya Idul Fitri sebagai Manifestasi Restorative Justice dalam Perspektif KUHAP No. 20 Tahun 2025

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:35 WIB

Polres Sukabumi Akhirnya Tetapkan Ibu Tiri (DR) Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur(NS) Jadi TERSANGKA

Berita Terbaru