Dua Kepala Sekolah telah di periksa terkait Kasus Oknum guru Olahraga yang Mencekik Muridnya

- Publisher

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI – Akibat seorang oknum guru olahraga SD mencekik muridnya sendiri, mulai dari kerabat korban (MPI), para guru beserta Kepsek SDN Batusapi. Kini giliran Kepsek SDN Cibodas yang dimintai keterangan oleh Unit PPA Kabupaten Sukabumi, Senin (10/06/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi.

Terbaru, saat ini TN yang merupakan Kepala Sekolah SD Negeri Cibodas sudah dimintai keterangan, yang dimana terduga pelaku (TD) pernah mengajar di sekolah tersebut.

“Maaf saya bukan gak mau diwawancara, tapi belum selesai. Nanti kesini lagi dimintai keterangan lagi,” singkat TN saat keluar dari ruang PPA Polres Sukabumi, Senin (10/6/2024).

Dihubungi terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Sukabumi IPDA Sidik Zaelani membenarkan jika TN sudah di mintai keterangan sebagai saksi.

“Betul yang bersangkutan hari ini di panggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” terangnya

Sebelumnya, Unit PPA Polres Sukabumi pun telah memanggil Kepala Sekolah SDN Batusapi. U.Sehabudin selaku Kepala SDN Batusapi saat diwawancarai awak media mengatakan saya sebagai kepala sekolah datang kesini itu betul memberikan keterangan sebagai saksi.

“Tadi banyak pertanyaannya, ya terkait dengan masalah kasus yang terjadi pada oknum guru, namanya TD (inisial_red) terus mengenai administrasi keberadaan guru di batu sapi,” ucapnya.

U.Sehabudin pun menjelaskan bahwa guru tersebut semasa saya sebagai kepala sekolah yang baru hanya baru 2 bulan, berarti belum mengenal baik-baik dan betul guru itu dalam pengawasan.

“Iya pengawasan kepada guru tersebut selama baru sebulan ini,” ujarnya.

U.Sehabudin pun menerangkan bahwa pengawasan ini bukan berdasarkan laporan, karena belum pernah ada laporan hal-hal yang negatif.

“Adapun status guru tersebut di dalam Dapodik masih di SDN Cibodas, karena di sekolah kami pada kepala sekolah lama gak ada guru olahraga, makanya dibutuhkan untuk di Sekolah di SDN Batusapi,” terang U.Sehabudin, Kamis (06/06/2024).

Saat kejadian dugaan penganiayaan oleh oknum guru tersebut di lingkungan sekolah, masih kata U.Sehabudin, bahwa itu langsung direspon.

“Iya kami langsung merespon, memanggil guru tersebut kemudian memberikan pembinaan, kemudian sebelum itu saya fokus kepada anak yang jadi korban. Fokus diobati, kemudian dipanggilkan guru tersebut langsung saya beri binaan lalu diberi arahan dan sebagainya. Kemudian saya merapatkan dengan rekan-rekan guru setelah itu sowan kepihak keluarga korban minta maaf, silaturahim kemudian terjadilah islah di situ,” jelas Kepala Sekolah SDN Batusapi.

Awak media pun kembali menanyakan kepada Kepala Sekolah, kalau memang islah kenapa ada laporan polisi?

“Ya, mungkin karena si anak pada waktu itu tidak dihadirkan, muncul lah seperti ini (laporan polisi), karena anaknya dibawa sama ibunya. Memang waktu keterangan katanya di sini (sekolah_red) dicekik.

Perasaan U.Sehabudin pun sangat memperhatikan atas kejadian ini, karena sekarang kan sekolah masih di gembar-gembor  untuk merdeka belajar.

“Kemudian kurikulum Merdeka, jadi saya merasa prihatin dengan kejadian guru tersebut untuk memajukan SDN Batusapi,” katanya.

U.Sehabudin pun akan menyerahkan semuanya kepada kepolisian Polres Sukabumi dan akan mengikuti prosesnya.

“Ya saya mungkin mengikuti alur saja, sesuai alur kepolisian. Yang penting ada keputusan yang baiklah untuk selanjutnya,” pungkas U.Sehabudin.

Berita Terkait

Satnarkoba Polres Sukabumi Kembali Ungkap Kasus Peredaran 41.479 Butir Obat Terlarang dan 3.641 Botol Miras serta Amankan 19 Orang Pelakunya
DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO POLICE LINE LUBANG TAMBANG EMAS DI BONE BOLANGO
Dugaan Kekerasan Seksual NL , Pihak Satreskim Polres Sukabumi Sebut Sudah di Jalankan Secara Profesional dan On The Track
MIRIS! KORBAN ROMANCE SCAM RUGI RP 500 JUTA, JUSTRU DI PROSES OLEH POLRES SUKABUMI ATAS TUDUHAN TAK BERDASAR
ASN di Gunungguruh Ditemukan Meninggal, Polisi Duga Dipicu Masalah Pribadi
Warga Dibuat Resah, Toko Jamu Di Wilayah Desa Sundawenang Diduga Menjual Minuman Beralkohol
OPINI HUKUM : Hari Raya Idul Fitri sebagai Manifestasi Restorative Justice dalam Perspektif KUHAP No. 20 Tahun 2025
Polres Sukabumi Akhirnya Tetapkan Ibu Tiri (DR) Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur(NS) Jadi TERSANGKA

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Satnarkoba Polres Sukabumi Kembali Ungkap Kasus Peredaran 41.479 Butir Obat Terlarang dan 3.641 Botol Miras serta Amankan 19 Orang Pelakunya

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:18 WIB

DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO POLICE LINE LUBANG TAMBANG EMAS DI BONE BOLANGO

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual NL , Pihak Satreskim Polres Sukabumi Sebut Sudah di Jalankan Secara Profesional dan On The Track

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:39 WIB

MIRIS! KORBAN ROMANCE SCAM RUGI RP 500 JUTA, JUSTRU DI PROSES OLEH POLRES SUKABUMI ATAS TUDUHAN TAK BERDASAR

Kamis, 30 April 2026 - 09:35 WIB

ASN di Gunungguruh Ditemukan Meninggal, Polisi Duga Dipicu Masalah Pribadi

Berita Terbaru