Potret Sang Penggiat Sosial ” Fahmi Saepul Bahri Sudrajat” Mahasiswa Asal Kabupaten Bandung Barat, Yang telah Membantu Sebanyak 8.000 NIK untuk Mendapat Kesehatan yang Layak Melalui BPJS Kesehatan

- Publisher

Rabu, 26 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS SUKABUMI | BANDUNG – Fahmi Saeful Bahri Sudrajat, seorang pegiat sosial asal Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, telah menunjukkan kepedulian dan dedikasi tinggi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam akses layanan kesehatan. Tanpa mengharapkan imbalan, Fahmi terus berupaya memberikan solusi bagi masyarakat kurang mampu agar mendapatkan hak mereka dalam layanan kesehatan yang layak.

Apa yang dilakukan Fahmi?

Fahmi aktif membantu masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama dalam pengaktifan BPJS Kesehatan gratis bagi mereka yang kurang mampu. Selain itu, ia melakukan pengecekan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan kelayakan penerima manfaat dan mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang layak.

Siapa Fahmi Saeful Bahri Sudrajat?

Fahmi adalah seorang mahasiswa yang sejak usia 17 tahun pada pertengahan 2022 sudah aktif terlibat dalam kegiatan sosial. Dedikasinya dalam bidang kemanusiaan telah memberikan manfaat bagi ribuan warga di Kabupaten Bandung Barat.

Kapan Fahmi mulai bergerak dalam aksi sosialnya?

Sejak pertengahan tahun 2022, Fahmi telah terjun langsung dalam membantu masyarakat. Hingga kini, ia telah membantu lebih dari 8.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik.

Di mana Fahmi melakukan kegiatannya?

Fahmi aktif membantu masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Kecamatan Ngamprah, tempat ia berasal. Namun, kepeduliannya juga menjangkau warga di berbagai daerah lainnya yang membutuhkan bantuan.

Mengapa Fahmi melakukan aksi sosial ini?

Fahmi memiliki keprihatinan mendalam terhadap kesulitan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Melihat banyaknya warga yang tidak memiliki akses BPJS Kesehatan karena keterbatasan ekonomi, ia terdorong untuk membantu mereka agar mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan. Bagi Fahmi, kebahagiaan sejati bukan terletak pada kepuasan pribadi, tetapi pada senyum dan harapan yang kembali menyala di wajah mereka yang ia bantu.

Bagaimana Fahmi menjalankan misinya?

Dengan segala keterbatasannya, Fahmi tetap berusaha semaksimal mungkin. Ia rela menyisihkan uang jajannya untuk membantu pasien rumah sakit, bahkan tidak segan bangun di tengah malam jika ada warga yang membutuhkan bantuannya. Keikhlasan adalah bahan bakar yang membuatnya terus bergerak, tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun.

Kapan terakhir Fahmi membantu urusan BPJS?

Terakhir, Fahmi membantu seorang bayi berusia 1 tahun yang harus dirawat di RS Dustira karena mengalami demam tinggi yang tidak reda selama 5 hari serta mengalami sesak napas. Dalam prosesnya, Fahmi bersama pihak keluarga membagi tugas untuk mengurus persyaratan pembuatan BPJS gratis bagi sang bayi.

Suami dari ibu bayi tersebut ikut serta dengan Fahmi dalam mengurus administrasi, termasuk validasi NIK ke Disdukcapil, pengecekan DTKS ke desa, serta mendapatkan surat keterangan rawat inap dari rumah sakit. Mereka juga mengumpulkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP sebagai persyaratan administratif.

Sementara itu, bibi sang bayi membawa ibu dan bayi tersebut ke RS Dustira untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Rumah sakit memberikan waktu 3×24 jam untuk menyelesaikan pengurusan BPJS ini. Keluarga bayi tersebut meminta bantuan Fahmi karena mereka tidak mengetahui prosedur pengurusan BPJS gratis dan menghadapi kendala transportasi.

Mengingat tidak adanya transportasi umum seperti angkot atau bus menuju kantor pemerintahan, biaya ojek online menjadi beban berat bagi keluarga yang kurang mampu ini.

Berkat kerja sama dan usaha yang maksimal, pengurusan administrasi selesai pada siang hari, dan keesokan harinya BPJS gratis sudah bisa digunakan. Alhamdulillah, keluarga bayi tersebut tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya pengobatan.***

Sumber : Dinkes Kabupaten Bandung Barat

Berita Terkait

Polda Gorontalo Tindak Tegas Secara Hukum Orang Yang Jual Beli Barang Hasil PETI
Kapolda Gorontalo Tegaskan Barang Siapa yang Menjual atau Membeli Emas dari Hasil PETI Terancam Pidana 5 Tahun Penjara dan Denda 100 Milyar
Audiensi dan Sosialisasi Serikat Buruh Bersama Polda Gorontalo Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Ketenagakerjaan
Dukung Program ASRI Kapolri, Ditreskrimsus dan Sat Sabhara Polda Gorontalo Gelar Aksi Bersih-bersih Selama Bulan Ramadhan
Kapolda Irjen Pol Widodo Turunkan Tim Investigasi, Tambang dan Banjir Pohuwato Diselidiki
Stop Kerusakan Lingkungan, Polda Bakal Lakukan Penertiban PETI Diseluruh Wilayah Gorontalo
DITRESKRIMSUS POLDA GORONTALO MENETAPKAN ZH SEBAGAI TERSANGKA DUGAAN TINDAK PIDANA HAK CIPTA
Mangkir 2 Kali dari Panggilan Penyidik, Marten yang buron selama 5 Bulan Diamankan Penydik di Kota Manado

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:48 WIB

Polda Gorontalo Tindak Tegas Secara Hukum Orang Yang Jual Beli Barang Hasil PETI

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:50 WIB

Kapolda Gorontalo Tegaskan Barang Siapa yang Menjual atau Membeli Emas dari Hasil PETI Terancam Pidana 5 Tahun Penjara dan Denda 100 Milyar

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:46 WIB

Audiensi dan Sosialisasi Serikat Buruh Bersama Polda Gorontalo Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Ketenagakerjaan

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:06 WIB

Dukung Program ASRI Kapolri, Ditreskrimsus dan Sat Sabhara Polda Gorontalo Gelar Aksi Bersih-bersih Selama Bulan Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:38 WIB

Kapolda Irjen Pol Widodo Turunkan Tim Investigasi, Tambang dan Banjir Pohuwato Diselidiki

Berita Terbaru